Gempa itu menewaskan sebagian korban meski gelombang tsunami belum menyapu dataran. Gempa bumi tersebut juga memicu gelombang tsunami dengan ketinggian lebih dari 30 meter.
Tsunami menyapu bersih sebagian wilayah Aceh. Bencana alam ini menjadi peristiwa bencana alam terbesar dalam sejarah abad 21. Gelombang tsunami datang dengan kecepatan mencapai 100 meter per detik, atau 360 kilometer per jam.
Ratusan ribu nyawa melayang. Rumah, bangunan, binatang ternak, rumah ibadah, semuanya hancur usai diterjang gelombang dahsyat itu.
Bahkan, gelombang itu mampu menyeret kapal hingga ke daratan.
Kapal tersebut merupakan Kapal PLTD Apung. Kapal seberat 2.600 ton terseret hingga 5 kilometer dari kawasan perairan ke tengah daratan.
Kapal itu awalnya terparkir di pelabuhan Ulee Lheue. Usai diseret gelombang tsunami, kapal berpindah ke pusat perumahan warga di Punge Blang Cut, Banda Aceh.