Menurut Pj Bupati Mahdi, program imunisasi merupakan salah satu langkah yang paling efektif dalam pencegahan penyakit polio. Sejak munculnya wabah polio di Indonesia, pemerintah dengan dukungan dari WHO dan UNICEF telah memutuskan untuk melakukan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) sebagai usaha pencegahan penyakit polio.
Menyusul ditemukannya kasus polio di Kabupaten Pidie yang telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemerintah Kabupaten Aceh Barat telah menjadikan penanganan dan pencegahan penyakit polio sebagai salah satu prioritas utama sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Aceh.
"Pemkab Aceh Barat akan memastikan sebanyak 41.356 anak berusia 0-12 tahun yang menjadi sasaran imunisasi polio dari 12 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Barat, mendapatkan imunisasi yang optimal pada pos-pos imunisasi yang telah dibentuk, baik di posyandu maupun sekolah-sekolah yang berada dalam wilayah kerja puskesmas kecamatan, sehingga target sasaran imunisasi polio di Kabupaten Aceh Barat dapat tercapai 100 persen," ucap Pj Bupati Mahdi.
Untuk itu, dia meminta kepada seluruh petugas kesehatan di puskesmas, posyandu, dan polindes agar dapat melaksanakan program imunisasi ini dengan penuh kesungguhan dan kepedulian, termasuk dengan melakukan sweeping imunisasi door to door atau ke rumah-rumah selama sepekan ini, guna memastikan seluruh anak mendapatkan imunisasi polio.
Di samping itu, Pj Bupati Mahdi juga meminta seluruh SKPK terkait bersama para camat, para keuchik, dan tokoh masyarakat untuk terus menjalin sinergitas, sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut serta menyukseskan kegiatan imunisasi polio yang digelar di masing-masing wilayah itu.