Soekarno memberikan nama Cjakrabirawa karena kesukaannya kepada pertunjukkan wayang. Tjakrabirawa merupakan senjata ampuh milik Batara Kresna yang dapat menumpas semua kejahatan di dalam lakon wayang purwa.
Semboyan dari pasukan Cakrabirawa, yakni “Dirgayu Satyawira” yang artinya Prajurit Setia Berumur Panjang.
Pasukan Cakrabirawa tercoreng namanya karena terlibat penculikan Jenderal Pahlawan Revolusi yang dimotori oleh Letnan Kolonel Untung dan Letnan Satu Dul Arif pada masa G30S/PKI.
Sebelum penculikan, pasukan Cakrabirawa yang terlibat diberikan pengarahan di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Dalam pengarahan itu disebutkan, ada kelompok Dewan Jenderal yang akan melakukan kudeta terhadap Soekarno.
Pasukan tersebut kemudian dibagi menjadi tujuh kelompok untuk menculik yang disebut Dewan Jenderal tersebut. Penculikan berlangsung hingga menjelang subuh.