أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim).
Setidaknya ada 3 macam puasa yang bisa dikerjakan di bulan Muharram. Puasa sunnah tersebut adalah Puasa Muharram (mulai tanggal 1), Puasa Tasu'a (tanggal 9), dan Puasa Asyura (tanggal 10).
Puasa Muharram dapat dikerjakan kapan saja mulai tanggal 1 Muharram, pertengahan bulan, maupun akhir bulan. Contohnya, puasa ini bisa dilakukan pada tanggal 1 Muharram yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam. Anjurannya tentu saja berdasarkan hadits yang telah disebutkan di atas.
Adapun bacaan niat puasa Muharram adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ مُحَرَّمٍ سُنَّةً لِلهِ تَعَالى
Nawaitu Shouma Muharramin Sunnatan Lillahi Ta'ala
Artinya: Aku niat berpuasa di bulan Muharram sunnah karena Allah Ta'ala.
Tepat pada tanggal 9 Muharram, ada puasa sunnah khusus yang disebut sebagai puasa Tasu'a. Rasulullah SAW pernah menganjurkan umatnya menjalankan berpuasa pada tanggal 9 tersebut guna membedakan diri dengan orang Yahudi yang hanya melaksanakan puasa tepat pada tanggal 10 Muharram.