Hikmah di Balik Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Aceh, Ilmu Hitung Waktu Shalat

Antara
Sejumlah warga berfoto saat terjadi fenomen hari tanpa bayangan di Probolinggo, Jatim, Selasa (13/10/2020). (Foto: iNews/Hana Purwadi)

Dia mengajak masyarakat untuk memperhatikan hari tanpa bayangan sebagai ilmu menghitung waktu dzuhur. Sebab saat matahari sedang berada di posisi lintang yang sama dengan pengamatan, artinya berada tepat di atas kepala.

Fenomena itu, kata Firdaus, dapat dimanfaatkan untuk menghitung waktu shalat dzuhur, dengan menambahkan 2-4 menit waktu ikhtiyat pada waktu kulminasi.

"Salat dzuhur dilaksanakan setelah tergelincirnya matahari dari titik zenith. Pada hari tanpa bayangan ini, kita dapat memanfaatkan event langit ini untuk kalibrasi waktu shalat di tempat masing-masing," katanya.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terkuak Motif Pengasuh Daycare di Banda Aceh Aniaya Balita, Emosi Sulit Makan

57 tahun lalu

Daycare Diduga Aniaya Balita di Banda Aceh Disegel Permanen, Pengasuh Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Viral Mobil Terjun ke Laut di Ulee Lheue Banda Aceh, Warga Berenang Selamatkan Pengemudi

57 tahun lalu

Warga Banda Aceh Ramai-Ramai Beli Emas saat Harga Meroket, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Rekor! Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp9,9 Juta per Mayam, Warga Antre Membeli

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal