Haji Wada dan Arti Pentingnya Bagi Umat Islam

Rilo Pambudi
Haji Wada artinya (Foto: Istimewa)

إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ. وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ  إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

”Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk ke dalam agama Allah dengan berduyun-duyun, maka bertasbihlah dengan memuji nama Tuhanmu dan mohonlah ampun pada-Nya. Sesungguhnya Ia adalah Maha Penerima Taubat”. (QS  al-Nashr: 1-3)

Pada tanggal 9 Dzulhijjah, hari Jumat, Beliau berangkat ke Arafah setelah matahari terbit, menyusuri jalan Muzdalifah dan bermalam di sebuah tenda di Namira.

Pada sore hari, Rasulullah berpidato untuk terakhir kalinya. Pidato ini dikenal sebagai Khotbah Perpisahan yang diserukan di hadapan lebih dari 150.000 jamaah di lembah Arafat. 

Saat itu, Nabi menyampaikan pidato yang sangat mengharukan. Gerak-gerik dan sikap Nabi seolah telah mengisyaratkan bahwa tidak lama lagi beliau akan berpulang.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

100+ Contoh Kalimat Pasif: Definisi, Jenis, dan Penggunaannya

57 tahun lalu

5 Hewan yang Pernah Dijadikan Mata-mata Militer, Nomor 3 Dapat Hadiah Saat Perang Dunia Kedua

57 tahun lalu

Contoh Kalimat Efektif, Lengkap dengan Definisi dan Ciri-cirinya

57 tahun lalu

Biaya Perpanjangan STNK dan Ganti Pelat Nomor Kendaraan 2023, Segini Rinciannya

57 tahun lalu

Surat Yasin dan Tahlil: Latin, Arab, dan Arti

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal