Haji Wada dan Arti Pentingnya Bagi Umat Islam
Surat Al Maidah ayat 3 menjelaskan demikian sempurnanya agama Allah, yakni agama Islam yang dibawa Rasul Muhammad. Haji wada dilaksanakan pada saat-saat terakhir tugas risalah Nabi Muhammad SAW.
Ditemani istri-istrinya dan putrinya Fatima, Rasulullah berangkat pada bulan dzulqa'dah 26, tahun 10 (23 Februari 632) dengan pengikutnya yang terdiri dari penduduk imigran Madinah, para sahabat, dan suku-suku yang datang ke Madinah.
Nabi Muhammad mengenakan ihram di Zulhulaifa. Kemudian, Nabi mencapai Mekah pada hari keempat bulan Dzulhijjah dengan untanya yang dinamai Qasva (Qusva), bersama dengan pengikut yang lebih banyak lagi yang bergabung dalam perjalanan.
Setelah melakukan ziarah, Nabi tinggal di tenda di wilayah Abtah. Beliau kemudian meninggalkan Mekkah lalu pergi ke Mina, dan bermalam di sana.
Pada saat masih berada di Mina, Nabi telah merasakan adanya saat-saat perpisahan dengan umat yang dicintainya. Beliau telah merasakan bahwa tugas yang agung itu hampir selesai. Maka, kemudian turunlah surat terakhir secara lengkap dari Al-Qur’an yang disebut dalam surat al-Nashr :