JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 17 - 18 Maret 2022. Gelombang paling tinggi hingga enam meter berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai.
Dari pengamatam BMKG, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Utara - Timur dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Tenggara - Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan barat Nias, Samudra Hindia Barat Aceh-Kepulauan Mentawai, perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud dan perairan Pulau Sawu.
Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1,25 - 2,50 meter di perairan utara Sabang, perairan timur P. Simeulue - Kep. Mentawai, perairan Bengkulu - barat Lampung, Samudra Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, perairan P. Sawu, perairan Kupang - P. Rotte, Samudra Hindia Selatan Banten - NTT, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, perairan Kep. Sitaro, perairan Bitung, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat - Papua, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Papua.
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2,50 - 4 meter berpeluang terjadi di perairan barat Aceh, perairan barat P. Simeulue - Kep. Mentawai, dan Samudra Hindia Barat Bengkulu.