Setiba di rumah, BBM Pertalite tersebut disimpan dalam kamar kosong yang berjarak sekitar 5 meter dari ruang tamu. Pada Jumat malam, ayah dan ibu serta balita tersebut tidur di ruang tamu sambil menonton televisi.
Dini harinya, Suryaningsih adik dari ibu balita mencium aroma BBM Pertalite yang menyengat, Sabtu (15/10/2022) pukul 02.30 WIB.
Karena mencium bau BBM menyengat, adik kandung ibu korban menuju ke ruang tamu untuk membangunkan sang kakak. Ketika itu dia melihat ketiganya telah mengeluarkan busa dari dalam mulut. Suryaninsih lalu berteriak meminta tolong kepada warga lainnya.
Dengan teriakan tersebut, warga kemudian membawa pasangan suami istri dan balita tersebut ke Puskesmas Alue Bilie. Setiba di Puskemas, sang balita dipastikan dalam kondisi tidak bernyawa
Sementara kedua orang tuanya dilarikan ke RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Kondisi kedua orang tua balita sudah mulai membaik. Mereka juga melihat proses pemakaman sang puteri di desa setempat," ucapnya.