Selain rumah warga, dua unit huntara yang ditempati korban banjir turut terdampak cuaca ekstrem. Dinding penutup Huntara Pohroh dilaporkan terlepas akibat terpaan angin, sementara huntara di kawasan dekat arena MTQ mengalami kerusakan cukup serius pada bagian atap.
Angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di kawasan Pantai Kuthang hingga menimpa kios milik warga. Di Kecamatan Ulim, rumah milik Maryani di Gampong Bidok mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon.
Tidak hanya permukiman warga, fasilitas pemerintah juga terdampak. Gudang workshop alat berat milik Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap.
Rangkaian bencana ini menambah daftar musibah yang melanda Pidie Jaya dalam beberapa bulan terakhir. Sebelumnya, wilayah tersebut berulang kali dilanda banjir yang merendam ribuan rumah warga dan membuat pemerintah memperpanjang status transisi darurat pemulihan bencana hingga Agustus 2026.
BPBD Pidie Jaya mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan deras disertai angin kencang yang diperkirakan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh dalam beberapa hari ke depan.