Alih Fungsi Lahan Ancam Manusia dan Satwa di Aceh 

Antara
Harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) yang ditemukan terjerat di Gayo Lues. Foto: Antara

BANDA ACEH, iNews.id - Alih fungsi lahan yang masif terjadi di Aceh mengancam manusia dan satwa dilindungi. Manusia kesulitan mencari mata pencaharian sedangkan satwa dilindungi mendekati kepunahan.

Aktivis lingkunan TM Zulfikar meminta alih fungsi lahan pertanian di Aceh harus dikendalikan untuk menyeimbangkan ekosistem. Jika tidak, bukan tidak mungkin konflik manusia dengan hewan di Aceh akan terus berlanjut.

"Manusia kehilangan mata pencaharian seperti lahan pertanian dirusak. Sedang satwa berujung dengan kematian, padahal satwa tersebut merupakan penyeimbang ekosistem," kata TM Zulfikar, Minggu (5/9/2021).

Menurut Zulfikar, kawasan hutan Aceh merupakan habitat alami satwa dilindungi seperti gajah, harimau, orang utan, dan lainnya. Hutan ini harus dilindungi karena manusia juga bergantung hidup dari hutan.

Namun demikian, luas kawasan hutan di Aceh terus menyusut karena alih fungsi lahan dan penebangan liar. Akibatnya, kehidupan satwa-satwa liar tersebut menjadi terdesak sehingga mengganggu lahan warga.

Editor : Erwin C Sihombing
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Buru Rusa Sambar Pakai Senapan Rakitan, 5 Warga Tanggamus Berakhir di Penjara

57 tahun lalu

Penyelundupan 620 Burung Digagalkan di Pelabuhan Bakauheni Lampung, Akan Dibawa ke Jawa

57 tahun lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

57 tahun lalu

Penyelundupan Burung Dilindungi dan Narkotika di Muaro Jambi Digagalkan, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Terungkap Perdagangan Satwa Dilindungi di Sorong, 13 Tengkorak Buaya 91 Tulang Paus Disita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal