Zaman dahulu kala, di sebuah desa di daerah Jawa Barat, hiduplah seorang perempuan kaya yang bernama Nyai Bagendit. Ia terkenal sangat kaya, tetapi juga sangat kikir dan congkak. Nyai Bagendit paling senang menyelenggarakan pesta pesta dan gemar memamerkan harta benda dan perhiasannya kepada warga sekitar.
Namun, ia tidak pernah mau membantu warga sekitar yang sedang kesulitan. Setiap kali warga datang untuk memohon bantuan, Nyai Bagendit akan menolaknya dengan angkuh Warga sangat tidak menyukai perangai Nyai Bagendit. Namun, mereka tidak bisa berbuat apapun juga
Suatu hari, Nyai Bagendit kembali menyelenggarakan pesta. Ia pun mulai memamerkan kekayaaan dan perhiasannya kepada tamu yang hadir. Tiba-tiba, datanglah pengemis dengan pakaian compang-camping dan kotor.
"Nyai, tolonglah beri hamba makanan sedikit saja," kata pengemis tersebut. Nyai Bagendit pun marah dan mengusir pengemis itu. "Pergi Kau dari rumahku, pengemis kotor!" Pengemis itu pun pergi dengan perasaan sedih.
Keesokan harinya, di desa itu, terjadi sesuatu yang aneh. Di sebuah jalan di desa tersebut, tiba-tiba ada sebuah lidi tertancap. Tidak ada seorang pun yang bisa mencabut lidi tersebut walaupun telah mencoba melakukannya beramai-ramai. Akhirnya, datanglah pengemis yang kemarin meminta makan kepada Nyai Bagendit. Ia mencabut lidi tersebut