Pertalite Laris Manis usai Harga Pertamax Jadi Rp16.250 per Liter

Mei Sada Sirait
Niko Prayoga
Harga BBM Pertamax naik, Pertalite jadi primadona. (Foto: Niko Prayoga)

JAKARTA, iNews.id – Kenaikan harga Pertamax RON 92 menjadi Rp16.250 per liter mulai Rabu (10/6/2026) langsung memengaruhi pola konsumsi bahan bakar masyarakat. Sejumlah pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, terlihat beralih ke Pertalite untuk menekan biaya operasional harian.

Pantauan di SPBU KS Tubun, Slipi, Jakarta Barat, menunjukkan antrean kendaraan roda dua di jalur pengisian Pertalite mengular sejak pagi. Sebaliknya, jalur pengisian Pertamax tampak jauh lebih lengang dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Bahkan sekitar pukul 09.45 WIB, area pengisian Pertamax sempat kosong tanpa antrean kendaraan. Kondisi tersebut menjadi indikasi adanya pergeseran pilihan bahan bakar setelah harga Pertamax mengalami kenaikan signifikan.

Salah satu driver ojol, Eko, mengaku terpaksa mengganti jenis bahan bakar yang digunakan untuk kendaraannya. Jika sebelumnya rutin mengisi Pertamax, kini ia memilih Pertalite karena harga Pertamax dinilai terlalu memberatkan.

"Saya biasa Pertamax motor saya ini, jadi ganti Pertalite. Harapannya bisa normal kembali kayak kemarin, ini terlalu tinggi soalnya (naiknya), nggak cukup pendapatan saya," ujar Eko saat ditemui langsung, Rabu (10/6/2026).

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Driver Ojol Menjerit Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Terlalu Tinggi!

57 tahun lalu

Warga Keluhkan Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250: Benar-Benar Memberatkan!

57 tahun lalu

Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Antrean Pertalite Langsung Mengular

57 tahun lalu

Bahlil soal Harga Pertamax Naik: Sudah Dihitung Secara Bijak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal