Ini Kendala Peralihan Kendaraan Listrik di Area Pertambangan

Muhamad Fadli Ramadan
Ilustrasi truk tambang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id– Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat elektrifikasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Bukan hanya kendaraan penumpang, tapi juga di area pertambangan yang mengoperasikan ribuan truk dan alat berat.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki berbagai macam area pertambangan yang mengoperasikan ribuan kendaraan. Untuk itu, pelaku tambang juga diharapkan dapat beralih ke kendaraan listrik.

Berbeda dengan kendaraan penumpang, peralihan elektrifikasi bukan hal mudah di area pertambangan. Itu disampaikan oleh Mohammad Rosyid Setiadi, general manager PT Motor Sights Internasional, yang memasok truk-truk tambang.

“(Kendalanya) charging station pastinya ya, otomatis kita harus menyiapkan. Kedua terkait medan tambang yang berat, kontur jalan, dan lain-lain,” kata Rosyid saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Rosyid mengatakan ada kekhawatiran saat menggunakan kendaraan listrik, baterai akan menghantam jalan yang rusak. Pasalnya, medan jalan di area pertambangan berbatu dan sewaktu-waktu dapat terpental ke baterai yang biasanya berada di kolong kendaraan.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Tunda Pemberian Insentif Kendaraan Listrik, Ada Apa?

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit, Berlaku Mulai Juni 2026

57 tahun lalu

Mendagri Terbitkan Edaran, Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik

57 tahun lalu

Purbaya Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II 2026: Insentif Mobil Listrik hingga Kredit Murah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal