Himawan menuturkan sang ibu awalnya tak ingin melanjutkan usaha. “Tresno itu sumbernya perusahaan bus. Kemudian tahun 1969, Mak Co enggak mau ngurusin lagi karena fisiknya sudah enggak kuat. Lalu, panggil saya untuk mau enggak take over, jumlahnya ada lima bus. Lalu dibagi,” kata Himawan Hambali dalam video di kanal YouTube Sumber Alam ID.
Himawan Hambali yang merupakan paman Anthony, mengatakan sebelum ada PO Sumber Alam, terlebih dahulu ada PO Hidup Baru dan PO Kencana Jaya. Namun, sebelum itu ada PO Wahyu dan PO Santoso yang dirintis Himawan.
PO Hidup Baru dan Kencana Jaya hanya melayani trayek Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Setelah melihat peluang besar, Himawan dan saudaranya Judi Setijawan Hambali berpikir untuk membuka trayek angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
PO Sumber Alam merupakan turunan dari PO Hidup Baru, yang dijalankan Judi Setijawan Hambali pada 1975. Kala itu, mereka mengambil alih PO Jaya untuk mendapatkan izin trayek AKAP, yang melayani Jakarta-Yogyakarta.
“Untuk memudahkan administrasi dan juga waktu itu Jaya adalah nama perusahaan busnya tapi namanya sudah PT Sumber Alam. Jadi waktu itu sama notaris dibuatin PT Sumber Alam yang domisilinya di Jakarta,” ujar Himawan.