Akhirnya, H Karman mulai mengoperasikan bus milik sendiri yang bodinya terbuat dari kayu dan berbahan bakar bensin. Secara resmi PO AKAS berdiri dengan Akta notaris Sie Kwan Ho No. 11 pada tanggal 23 Maret 1956, dengan bentuk perseroan komanditer (CV).
PO AKAS terus berkembang dengan bertambahnya jumlah armada dan trayek yang dilayaninya juga semakin meningkat. Sehingga dalam pengelolaannya dibagi menjadi AKAS I, AKAS II, AKAS III, dan AKAS IV, dengan trayek yang berbeda bedar.
DAMRI
Berbicara tentang PO tertua, pastinya tak terlepas dari perusahaan transportasi pelat merah satu ini. DAMRI sendiri berdiri pada 1943, pada zaman pendudukan Jepang, yakni Jawa Unyu Zigyosha yang merupakan angkutan barang dengan truk, gerobak atau Cikar, dan Zidosha Sokyoku yang melayani angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor atau bus.
Setelah Indonesia merdeka, di bawah pengelolaan Departemen Perhubungan, namanya berubah menjadi Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia” disingkat DAMRI berdasarkan maklumat Menteri Perhubungan No.01/DAM/46.
Hingga saat ini, DAMRI masih melayani angkuran penumpang jarak dekat atau dalam kota dan antar provinsi. Bahkan, PO DAMRI juga menjadi salah satu yang memiliki izin trayek antar lintas batas negara.