Pintu depan dan belakang tidak bisa diakses karena rusak, dan mereka tidak bisa keluar melalui jendela karena tidak ada pemecah kaca. Akibatnya seluruh siswa dan semua orang yang ada di dalam bus meninggal dunia karena hangus terbakar.
Sebanyak 54 orang terbakar (51 siswa, 2 guru dan 1 pemandu wisata) dan mayat mereka bertumpuk di bagian belakang bus karena api merambat dari bagian depan.
Akibat kejadian tersebut pemerintah mengeluarkan regulasi PO bus wajib menyediakan alat pemecah kaca.