Bus Dibatasi Isi Solar 200 Liter, IPOMI dan Organda Nilai Tak Sesuai Kebutuhan di Lapangan

Muhamad Fadli Ramadan
Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Organda mengkritisi kebijakan pemerintah yang akan membatasi penggunaan solar 200 liter per hari. (Foto: PO Haryanto)

JAKARTA, iNews.id - Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengkritisi kebijakan pemerintah yang akan membatasi penggunaan solar 200 liter per hari. Ini dinilai memberatkan karena konsumsi angkutan umum bus jauh dari jumlah tersebut.  

Ketua IPOMI dan Pengurus DPP Organda Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan para pengusaha saat ini terbentur beberapa regulasi yang tidak memihak pada pengusaha. Sebab itu, kehadiran IPOMI dan Organda dirasa sangat penting setiap kali membuat keputusan.

“Tantangan kami secara prinsip sama, bagaimana agar industri ini tetap bertahan dan bekerja secara profesional,” ujarnya saat dihubungi iNews.id.

“Untuk mencapai dua hal ini, dibutuhkan dukungan penuh dari regulator dengan regulasi yang bisa diaplikasikan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata pria yang akrab disapa Sani ini.

Dia menjelaskan ada beberapa aturan atau pandangan yang berbeda antara pemerintah pusat dan daerah. Itu kerap memunculkan tantangan tersendiri bagi pelaku usaha di setiap daerah.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hoaks! Jubir Kementerian ESDM Bantah Isu Masyarakat Diminta Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik

57 tahun lalu

Jelang Armuzna, DPR Wanti-Wanti Penyaluran Makanan hingga Bus Jemaah Haji

57 tahun lalu

Bus Terbakar usai Ditabrak Kereta di Thailand, 8 Orang Tewas 25 Luka-Luka

57 tahun lalu

Kemenhub Ancam Sanksi PO Bus yang Tidak Masuk Terminal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal