Ukir Sejarah Baru, Pembinaan Balap Berjenjang AHM Sukses Taklukkan Asia

Sekar Paring Gusti
Momen bersejarah, Fadillah Arbi kibarkan bendera merah putih di ajang FIM JuniorGP World Championship di Barcelona, Spanyol. (Foto: dok AHM)

Sembilan kemenangan yang diraihnya juga menjadi kemenangan terbanyak dalam gelaran balap talenta Asia ini, di mana Veda berhasil sapu bersih dua kali podium tertinggi dalam satu seri pada seri Motegi-Jepang, Mandalika-Indonesia, dan Losail-Qatar. Kemudian, satu kali podium tertinggi diraihnya pada dua gelaran seri Sepang-Malaysia dan Buriram-Thailand. 

Veda berterima kasih kepada PT Astra Honda Motor karena telah mendukungnya dalam dua tahun keikutsertaan di IATC.

“Alhamdulillah, saya berhasil meraih juara di IATC 2023. Terima kasih kepada PT Astra Honda Motor untuk supportnya kepada saya dalam dua tahun keikutsertaan saya di IATC, kedua orang tua, dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia yang selalu mendukung saya. Semoga saya dapat terus berprestasi untuk Indonesia di kancah balap internasional,” ucap Veda.

Pada persaingan balap Asia lainnya, yaitu Asia Road Racing Championship (ARRC), dominasi dari para pembalap Astra Honda tidak terbendung. 

Di kelas Asia Production (AP) 250, pembalap Astra Honda yang diisi oleh Rheza Danica Ahrens, Herjun Atna Firdaus, dan Veda Ega Pratama terus mengisi jajaran podium hampir di setiap race. 

Hasil ini pun membuat AHRT menjadi tim dengan poin terbanyak dan menyabet gelar kelima dalam perolehan tim di kelas AP250, sekaligus mengukuhkan CBR250RR sebagai motor juara di kancah balap Asia.  

Atas perolehan poin yang memiliki potensi juara, perebutan gelar juara yang diburu oleh Herjun dan Rheza membawa keduanya bersaing hingga race terakhir seri Buriram. 

Meskipun Rheza tidak meraih podium pada dua race di seri Buriram, namun dia dapat mengamankan posisi juara dengan 206 poin, sementara Herjun di peringkat dua dengan 198 poin dan Veda pada peringkat tiga dengan 160 poin. 

Pada kelas Supersport (SS) 600 yang dilakoni oleh M Adenanta Putra dan Gerry Salim, perjuangan keduanya pun patut diapresiasi karena Adenanta yang pertama kali turun di kelas ini.

Pemuda asal Magetan, Jawa Timur ini mampu berada di urutan ke-7 dengan raihan poin 89 pada klasemen akhir. Sementara Gerry, meskipun tidak dapat menyelesaikan balapan hingga seri akhir akibat cedera yang dideritanya saat seri Jepang, dia mampu mengoleksi 25 poin dan berada di urutan ke-15.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Bisnis
14 jam lalu

Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Jangkau Lebih 7,45 Juta Penerima Bansos pada 2025

Nasional
15 jam lalu

Pegawai Ekspedisi Diduga Disekap, Polisi: Tidak Benar

Destinasi
4 jam lalu

5 Aktivitas Seru di Batam untuk Menghabiskan Waktu Bersama Teman

Nasional
19 jam lalu

Jaga Pelayanan Publik Selama Nyepi dan Idulfitri, Pemerintah Atur Tugas Kedinasan ASN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal