“Nih bajaj sekali ada indahnya, ngelahirin anak dalam bajaj. Gua dapet penumpang dari Muara Baru. Saking mules-mulesnya, gua bawa ke rumah sakit Teluk Gong. Brojol di bajaj gua,” katanya.
“Nah gak lama tuh orang tua perempuan bilang, ‘bang minta tolong dong di adzanin’. Lah Bu jangan saya, saya kan bukan bapaknya. ‘Gak apa-apa mas, udah adzanin aja, bapaknya lagi berlayar’,” ujarnya.
Satu hal yang membuatnya terharu adalah sang bayi memegang pipinya ketika sedang di adzankan. Pada momen itu, Hendi mengaku sampai menitiskan air mata karena merasa seperti anaknya sendiri.
Pengalaman horor juga sempat dirasakan Hendi. Saat itu ada penumpang yang meminta di antar ke Bintaro. Namun, tiba-tiba berada pemakanan Jeruk Purut.
Hendi baru tersadar setelah dibangunkan penjaga makam. Dia mengaku tertidur setelah diberi makan dan minum oleh penumpang.
Menarik bajaj di kota besar membuat Hendi juga pernah mendapat penumpang wisatawan asing. Saat itu, dia mengantar ke lokasi wisata yang menjadi ikonik di Jakarta, seperti Monas, Kota Tua, dan Ancol, tapi mendapatkan bayaran yang cukup besar.
“Pernah dapet bule, dikasih tuh 300 dolar AS. Cuman ke mana? Ke Monas sama Kota Tua, trus Ancol, pengen tahu doang. Ih lumayan dolar. Besoknya tuker, dua hari gak narik,” katanya, sambil tertawa.