Konsep yang diusung Danael dirancang untuk menggambarkan semangat anak muda Indonesia yang progresif. Desain tersebut memadukan unsur bola basket, street culture lokal, serta teknologi kendaraan listrik dalam satu tampilan modern yang menarik perhatian.
Inspirasi dari budaya sneaker global dan gaya hidup urban menjadikan Polytron FOX 200 hasil modifikasi itu tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan bagi penggunanya.
Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengatakan kompetisi ini menjadi langkah strategis untuk mendekatkan kendaraan listrik kepada generasi muda melalui pendekatan yang lebih relevan dengan keseharian mereka.
"Kami ingin generasi muda melihat bahwa transisi ke kendaraan listrik bukan sekadar kepedulian lingkungan, tetapi peluang untuk tampil lebih stylish dan kalcer. Melalui kompetisi ini, kami membuktikan motor listrik adalah sebuah personal statement—sebuah kanvas berjalan yang mencerminkan identitas dan kreativitas pengendara. Dengan menjadikannya bagian dari identitas mereka, kami percaya transisi ke EV akan jauh lebih relevan dan masif di kalangan anak muda,"* kata Ilman, dalam keterangan persnya Kamis (25/6/2026).
Selain memberikan penghargaan kepada juara utama, Polytron juga mengapresiasi para finalis lain. Posisi juara kedua dan ketiga diraih Anindyo Kresandana serta Darussalam yang masing-masing mendapatkan hadiah berupa unit Polytron Luxia Pro i5 Laptop.