"Ini membuktikan bahwa potensi mesin dapat dicapai dengan parameter yang aman melalui kombinasi TUSS dan remap ECU dari Rocket Plus," kata Sarah.
Untuk mobil bermesin diesel, kombinasi TUSS dan remap yang tepat dari Rocket Plus dapat meningkatkan performa tanpa menghasilkan asap berlebih (seperti cumi-cumi) dan tetap hemat bahan bakar. "Mau kencang, gak harus bikin polusi, kan?" ucapnya.
"Bahkan, jika performa yang diinginkan lebih tinggi lagi, dapat ditambahkan komponen lain seperti piggyback atau penggantian turbo, yaitu dilakukan map tune di ECU secara custom tune dengan software orisinal, sehingga lebih aman," ujar Sarah.
Dia menuturkan, kombinasi TUSS dan remap ini telah diuji di lintasan drag race menggunakan Honda Brio dan Honda Jazz, dan hasilnya memuaskan! Sebab drag race mengutamakan akselerasi, TUSS diterapkan untuk meningkatkan torsi di RPM rendah, kemudian ECU di-remap ulang oleh Rocket Plus untuk menyesuaikan kondisi mesin yang sudah di-TUSS.
"Hasilnya, kedua mobil ini lebih sering meraih podium juara, dan dari situlah ide kolaborasi resmi antara Provisautolab dan Rocket Plus Tuning muncul," katanya.
Metode ini juga sudah dilakukan di mobil Toyota Innova Reborn Diesel milik Chelsi, car enthusiasi. Setelah proses TUSS dan remap oleh Rocket Plus, dia mengakui ada peningkatan tenaga signifikan, terutama di tanjakan. Penggunaan bahan bakar juga lebih hemat dan asap knalpot sangat tipis.
“Habis beli Innova Reborn Diesel, saya langsung kasih treatment TUSS. Kebetulan Provisautolab sudah kerja sama dengan Rocket Plus Tuning. Jadi saya langsung remap ECU mobil Innova saya. Hasilnya sangat luar biasa. Tenaga dan torsi meningkat signifikan. Remap low smoke, dilakukan untuk setting asap gas buang knalpot lebih minim. Yang dampaknya ke konsumsi BBM lebih hemat. Selain itu, efek TUSS dan remap menghasilkan filter solar atas yang jauh lebih," ujar Chelsi.