VinFast Janji Tambah Investasi Rp16,6 Triliun, Begini Respons Pemerintah

Muhamad Fadli Ramadan
VinFast berjanji bakal menambah investasi sebesar 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,6 triliunan (kurs Rp16.692/dolar AS). (Foto: Fadli Ramadan)

Airlangga juga mengapresiasi langkah VinFast yang memilih membangun pabrik di Indonesia. Mereka menganggap Indonesia sebagai pasar penting.

"Dan, tentu VinFast melihat domestic market Indonesia yang kuat bisa 1 juta otomotif dan electric vehicle baru kurang dari 100 ribu," ujarnya.

Selain itu, Airlangga juga melihat skema bisnis yang dilakukan oleh VinFast berbeda dengan pabrikan lain. Ini menjadi cara yang cukup efektif dalam meningkatkan penetrasi kendaraan listrik.

"Apalagi bisnis modelnya VinFast juga belum pernah dilakukan oleh yang lain. Di mana pembeli itu tidak beli baterai, tapi sewa baterai. Nah itu perubahan pola pikir," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Ajukan 18 Komoditas RI untuk Bebas Tarif AS 

57 tahun lalu

MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026

57 tahun lalu

MNC Sekuritas dan KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal, Bekali Mahasiswa Literasi Keuangan

57 tahun lalu

Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal