Fisa menambahkan bahwa untuk setiap kenaikan suhu sebesar satu derajat celcius, ban mobil memperoleh kenaikan tekanan sebesar 2-3 psi (pon per inci persegi). Untuk setiap penurunan satu derajat celcius, ban Anda kehilangan tekanan sekitar 2-3 psi. Selain itu, ban bisa kehilangan sekitar satu psi setiap bulannya.
Fisa juga mengungkapkan bahwa faktor utama adalah karena tekanan angin yang rendah atau di bawah standar. “Mengemudi dengan ban bertekanan udara rendah dapat menyebabkan pembangkitan panas yang lebih di dalam ban akibat adanya defleksi, ditambah lagi dengan suhu yang tinggi saat cuaca panas ekstrim sehingga menimbulkan risiko dan berpotensi pecah ban,” ujarnya.
Lalu, ban apa yang terbak di saat cuaca panas ekstrim? Ban terbaik untuk iklim panas adalah ban musim panas (summer) atau ban segala musim (all season), karena dirancang tahan terhadap suhu tinggi (heat resistance) dan mempertahankan umur telapak yang panjang.
Berikut tips dari Bridgestone Indonesia bagi pengendara mobil selama cuaca panas ekstrim.
• Berhati-hatilah terhadap ban kurang angin (underinflation)
Karena cuaca panas akan meningkatkan tekanan pada ban Anda, wajar jika pengguna mobil pribadi bertanya, ‘Berapa seharusnya tekanan ban dalam cuaca panas?’ Umumnya, pengguna mobil pribadi berasumsi bahwa ban yang tekanan anginnya kurang, lebih aman untuk dikendarai selama musim panas karena udara panas dapat meningkatkan tekanan ban. Itu adalah asumsi yang berbahaya. Mengemudi dengan ban yang tekanan anginnya kurang bukanlah ide yang baik, terutama di cuaca panas ekstrim seperti saat ini. Tanpa tekanan udara yang tepat, komponen internal ban, seperti baja, komposit, dan karet, akan lebih lentur. Akibatnya, ban dapat mengalami kerusakan internal, mengalami peningkatan panas, dan menjadi lebih lemah serta lebih rentan terhadap ledakan.