Kakak dari pembalap Jordan Johan ini menegaskan dirinya akan tetap berhati-hati dan fokus pada konsistensi hingga akhir lomba. Dia tidak ingin mengambil risiko berlebihan demi mengejar posisi.
“Buat pertama kali ada di sini sebenarnya secara persaingannya kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah. Saya akan mencoba untuk fokus ke diri sendiri saja, bagaimana setiap harinya kita bisa finish dengan aman dan lancar,” katanya.
Dari sisi teknis, Toyota Land Cruiser 100 yang dikemudikannya mampu menuntaskan SS pertama tanpa masalah berarti. Kendala justru sempat terjadi sebelum start, ketika ban depan kanan robek akibat menghantam batu tajam saat menuju lokasi SS.
Julian Johan mengakui insiden tersebut terjadi karena dirinya masih beradaptasi dengan posisi setir kiri, yang membuat penempatan mobil sedikit melenceng.
“Karena memang saya yang kurang bisa mahir atau terbiasa membawa setir kiri itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut. Tapi syukur Alhamdulillah enggak butuh waktu lama, jadi kita start ss masih aman,” ujarnya.