Langkah tersebut diharapkan dapat membantu perusahaan menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing di pasar kendaraan listrik global.
Meski begitu, sejumlah analis industri menilai strategi ini belum tentu mampu sepenuhnya menutup jarak dengan produsen otomotif China yang terus melaju pesat.
Kini pertanyaannya adalah apakah kebangkitan filosofi R&D era 1960-an benar-benar mampu membawa Honda kembali menjadi pelopor inovasi otomotif.