Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Dani M Dahwilani
Perubahan strategi Honda tidak lepas dari tekanan kuat dari produsen mobil China yang bergerak lebh cepat. (Foto: Dok/iNews.id))

Saat itu, Honda memusatkan proses pengembangan kendaraan dalam satu sistem terpadu untuk mempercepat produksi sekaligus mengurangi kompleksitas organisasi. Namun kini perusahaan kembali mengubah arah, dengan keyakinan kebebasan inovasi lebih efektif dibanding struktur yang terlalu kaku.

Terdesak Kecepatan Industri Otomotif China

Perubahan strategi Honda tidak lepas dari tekanan kuat dari produsen mobil China. Perusahaan seperti BYD dan Geely dinilai bergerak jauh lebih cepat dalam menghadirkan model kendaraan baru.

Jika produsen Jepang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk meluncurkan kendaraan baru, para pesaing dari China mampu melakukannya hanya dalam sekitar 18 bulan.

Kecepatan tersebut didukung integrasi perangkat lunak canggih serta penggunaan pabrik yang sangat otomatis. Kombinasi ini membuat biaya produksi lebih efisien dan proses pengembangan jauh lebih cepat.

Situasi ini membuat Honda mulai mengevaluasi kembali strategi inovasi mereka. Perusahaan menyadari pendekatan lama mungkin perlu dihidupkan kembali untuk mengejar ketertinggalan dari para pesaing baru.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BAIC T1 Meluncur di Indonesia, Bidik 16 Persen Pasar Crossover EV

57 tahun lalu

Beda Segmen dengan Deepal S05, Changan Tegaskan Deepal S07 Bidik SUV Keluarga Premium

57 tahun lalu

Horor! 900 Ular Lepas dari Peternakan akibat Banjir di China, Gigit Warga

57 tahun lalu

Honda Segarkan Moge Rebel 1100, Begini Ubahannya 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal