Meski mesin yang ditanamkan pada mobil Mercedes-Benz dan Toyota terbukti memberikan tenaga besar, tapi BMW tak tertarik untuk melakukannya. Pabrikan asal Jerman itu ingin mempertahankan mesin 6 silinder segaris dan V8.
Dikutip dari Carscoops, juru bicara BMW menegaskan Frank van Meel ingin mempertahankan mesin pembakaran internal selama mungkin. Namun, BMW juga terus berinovasi pada kendaraan listrik yang sedang tren saat ini.
“BMW telah komitmen pada mesin pembakaran internal. Namun, pergerakan menuju elektrifikasi dengan hadirnya All New BMW XM dan BMW M Hybrid V8 GTP akan memiliki peran penting di masa depan kendaraan performa tinggi dari M,” katanya.
Seperti diketahui, BMW juga pernah memproduksi mesin dengan empat silinder pada varian M, yakni M3 E30 keluaran 1986-1991. Nyatanya mobil tersebut memiliki peran besar pada petumbuhan BMW.
“Tentu saja E30 M3 memainkan peran penting dalam membangun merek M (bahkan mobil F1 BMW saat itu bermesin 4 silinder), tapi itu hampir 40 tahun lalu, dan banyak yang telah berubah dari waktu ke waktu,” ujar perwakilan BMW.
BMW M3 asli memiliki berat hanya 1.165 kg, sedangkan model teringan dari jajaran saat ini adalah BMW M2 terbaru dengan bobot 1.730 kg. Keputusan BMW M mempertahankan mesin enam silinder dan V8 berkaitan dengan karakter dan kebisingan yang memperkuat perbedaan dengan rivalnya.