Pemerintah Batal Beri Insentif Mobil Hybrid, Begini Reaksi Produsen Otomotif

Muhamad Fadli Ramadan
Tidak akan mengeluarkan kebijakan baru untuk sektor otomotif pada tahun ini, pemerintah batal memberikan insentif mobil hybrid. (Foto: iNews.id)

"Pada dasarnya kami percaya bahwa setiap kebijakan pemerintah pasti telah mempertimbangkan berbagai aspek untuk mendukung ekonomi dan pertumbuhan industri," kata Billy saat dikonfirmasi.

Billy menegaskan Honda sudah memiliki langkah strategis sendiri dalam memasarkan mobil hybrid di Indonesia. Tapi, dia meyakini dengan pemberian akan membuat pasar mobil hybrid semakin tumbuh karena harganya akan jauh lebih terjangkau ketimbang saat ini.

"Kami telah memiliki strategi untuk pengenalan hybrid berdasarkan regulasi yang ada saat ini. Meskipun kami percaya bahwa pemberian insentif memang berpotensi semakin menumbuhkan permintaan konsumen dan berdampak positif terhadap pasar otomotif secara keseluruhan," ucapnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) penjualan mobil hybrid meningkat setiap tahunnya. Pada 2022 hanya terjual sekitar 10 ribu unit, kemudian pada 2023 menjadi 55 ribu unit. Tahun ini, berdasarkan data Gaikindo hingga Mei 2024 sudah mencapai 32 ribu.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

J5 Hybrid Belum Jadi Prioritas, Jaecoo Pilih Fokus Penuhi Pesanan Model EV

57 tahun lalu

Kembangkan Oli Performa Tinggi dan Mobil Hybrid, Motul Gandeng Toyota Gazoo Racing

57 tahun lalu

Harga BBM Naik, Toyota Akui Pasar Bergeser ke Mobil Hybrid

57 tahun lalu

Rilis Teknologi Hybrid Generasi Terbaru, Honda Akan Luncurkan 15 Model hingga 2030

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal