Produksi tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Indonesia. Namun, tidak menutup kemungkinan fasilitas ini juga akan menjadi basis ekspor untuk kawasan ASEAN.
Investasi Rp16 triliun yang digelontorkan BYD juga mencerminkan komitmen terhadap peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik berbasis produksi lokal.
Keberadaan pabrik ini mempertegas ambisi BYD memperkuat posisinya sebagai pemain utama kendaraan listrik di Indonesia. Jika produksi berjalan sesuai target pada awal 2026, pabrik BYD di Subang berpotensi menjadi salah satu pusat manufaktur EV terbesar di kawasan.