Setelah sebelas tahun bertahan dengan rancangan generasi ketiga, Kijang meluncurkan model berikutnya dengan perubahan pada eksterior dan interior menjadi lebih aerodinamis pada 1997. Model ini akrab dipanggil "Kijang Kapsul". Total varian awalnya mencapai 18 model dengan pilihan sasis (panjang/pendek) dan mesin yang berbeda (bensin/diesel).
Pada generasi ini menyiratkan mobil yang sesungguhnya. Toyota mengeluarkan dua tipe mesin, yakni 1.800cc (tipe 7K) seperti generasi sebelumnya dan mesin diesel 2.400cc (tipe 2L) tanpa turbo milik Toyota HiAce, yang membuat persaingan dengan Isuzu Panther.
Generasi IV
Kijang kembali diperbarui pada 2004, dipasarkan dengan nama "Kijang Innova". Selain di Indonesia, model ini juga dipasarkan ke pasar luar negeri dengan nama "Innova" (tanpa nama "Kijang"). Model ini telah mengalami perubahan yang cukup drastis dibandingkan dengan model dari generasi sebelumnya.
Pada generasi keempat inilah Kijang mulai diekspor ke mancanegara dengan berbagai nama, kecuali untuk Brunei Darussalam yang tetap menggunakan nama Kijang, yaitu Malaysia dan Singapura (Toyota Unser), Filipina (Toyota Revo), Taiwan (Toyota Zace surf), Vietnam (Toyota Zace) dan Afrika Selatan (Toyota Condor 4x4)
Generasi V
Jika pada awal konsep Kijang generasi pertama adalah Basic Utility Vehicles atau kendaraan kelas bawah, maka Kijang generasi V lebih dikategorikan sebagai kendaraan kelas menengah. Bentuk model fisiknya jauh lebih modern dan futuristik, terutama di bagian depan kendaraan. Di mana tidak lagi menonjolkan bentuk lekukan tajam, seperti pada model-model sebelumnya.