Masa ini bisa dikatakan sebagai generasi kejayaan Kijang sebagai mobil penumpang, terutama sebelum banyak mobil penumpang built up impor meramaikan pasar kendaraan di Indonesia, serta puncak dominasi Toyota atas model-model kuat seperti Mitsubishi Colt L300 dan minibus tanpa bonnet lainnya, seperti Suzuki Carry dan Daihatsu Zebra.
Pada generasi ini, Toyota mengeluarkan dua tipe Kijang, yakni Super Kijang dan Grand Extra dengan memiliki life cycle cukup panjang (lebih dari satu dekade) dibandingkan generasi sebelumnya.
Mesin pada awal generasi ini masih memakai tipe 5K yang memiliki tenaga maksimum (horse power) lebih tinggi, yakni 63 hp dari sebelumnya 61 hp. Transmisi menghadirkan 5 percepatan dan 4 percepatan, dari sebelumnya hanya 4 percepatan.
Pada April 1995, terdapat penambahan variasi mesin, yaitu tipe 7K berkapasitas 1.800 cc (naik 300 cc) yang lebih bertenaga, serta diberhentikan produksi varian mesin 5k pada tahun yang sama.
Sampai saat ini, Toyota Kijang generasi ketiga (baik seri Super dan Grand Extra) masih banyak di pasaran dan memiliki harga jual tinggi.