Nissan Ariya juga dilengkapi teknologi mengemudi semi-otonom ProPILOT Assist 2.0 yang membantu mengurangi beban pengemudi dan memastikan mobil berjalan di jalur yang benar.
Nissan Sakura
Nissan Sakura, mobil listrik dengan kategori Kei Car di Jepang, hadir dengan desain futuristik dan dimensi kompak yang ideal untuk kota. Baterai Lithium-ion 20 kWh yang ditempatkan di bawah lantai memungkinkan Sakura menempuh jarak hingga 180 km dalam sekali pengisian penuh. Motor listriknya menghasilkan tenaga 63 dk dan torsi 195 Nm, dengan kecepatan maksimal hingga 130 km/jam.
Sakura juga dilengkapi fitur canggih seperti ProPILOT Assist 2.0 yang mengatur kombinasi kemudi, akselerasi, dan pengereman yang dapat membantu meringankan beban kerja pengendara. ProPILOT Park membantu parkir secara otomatis, e-Pedal, Lane Departure Warning (LDW), Lane Departure Prevention (LDP), dan Intelligent Cruise Control (ICC).
Bima mengungkapkan untuk mendukung era kendaraan listrik, Nissan membangun konsep EV Ecosystem dengan sebutan Nissan Energy Management System, yang memungkinkan pelanggan menggunakan mobil listrik dalam berbagai aspek kehidupan.
Nissan Energy Management System terdiri atas beberapa bagian. Pertama, Nissan Energy Supply menyediakan solusi pengisian daya di rumah, jalan, dan tempat tujuan.
Kedua, Nissan Energy Share memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai perangkat penyimpanan energi seluler dan berbagi daya dengan infrastruktur masyarakat. Ketiga, Nissan Energy Storage yang memberikan kehidupan kedua pada baterai kendaraan listrik melalui daur ulang dan pembaruan untuk berbagai kegunaan.
National Sales Head PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI), Caca Tobing, mengatakan, dengan Nissan Energy Management System, perusahaan membuktikan kesiapan dalam persaingan kendaraan listrik dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan. "EV Ecosystem Nissan memberikan pengalaman terbaik dengan rasa tenang, aman, dan praktis, didukung oleh produk berkualitas tinggi,” katanya.