Ngeri Mobil Adu Banteng akibat Ban Pecah, Ingat Perhatikan Tekanan Angin

Muhamad Fadli Ramadan
Video yang diunggah akun X (Twitter) @merapi_uncover itu memperlihatkan sebuah mobil hitam dan kendaraan lain rusak parah akibat ban pecah. (Foto: X @merapi_uncover)

“Tekanan angin ban ikut sesuai rekomendasi pabrikan. Berdasarkan data dari Jasa Marga, Pekerjaan Umum, atau dari lembaga di luar negeri, penyebab utama ban pecah adalah panas yang berlebih akibat dua hal tekanan angin yang kurang dan berlebihan. Itu musuh utama ban,” kata Jusri.

Pria yang sudah menggeluti bidang safety driving selama 30 tahun itu mengatakan tekanan angin tidak boleh kurang atau berlebihan. Sebab, ada risiko yang mengintai apabila tekanan angin tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan.

“Presepsinya harus diubah, ban yang memiliki tekanan angin berlebih akan menyebabkan kecelakaan. Itu disebabkan jarak pengereman yang akan semakin panjang dan mobil sulit dikendalikan ketika ada genangan air,” ujar Jusri.

“Untuk tekanan angin ban yang kurang, akan menciptakan panas yang berlebih akibat besarnya tapak ban yang bergesekan dengan aspal. Dinding ban juga bisa bergesekan dengan aspal yang akan membuat ban pecah,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jasa Marga Perbaiki Jalan Rusak di Tol Jagorawi usai Ban Mobil Pecah Massal

57 tahun lalu

23 Korban Bus Transjakarta Adu Banteng di Jalur Langit Cipulir Sudah Pulang dari RS

57 tahun lalu

Transjakarta Tanggung Biaya Pengobatan Korban 2 Bus Adu Banteng di Jalur Langit Cipulir

57 tahun lalu

Adu Banteng 2 Bus Transjakarta di Jalur Layang Cipulir, 24 Penumpang Terluka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal