Menjajal Deretan Mobil Elektrifikasi Toyota Jakarta-Yogyakarta, Begini Kenyamanan dan Efisiensi Kendaraannya

Dani M Dahwilani
Jurnalis iNews.id berkesempatan menjajal jajaran kendaraan xEV dalam Toyota Eco Journey - JTD Electrification Line Up 2024 Jakarta-Yogyakarta, pada 26-28 Agustus. (Foto: iNews.id/Toyota)

Pada hari kedua, Selasa (27/8/2024), jurnalis melanjutkan perjalanan dari Semarang-Solo-Yogyakarta menggunakan All New Yaris Cross HEV, mobil listrik BZ4X dan Toyota RAV 4 PHEV.

Berangkat dari hotel tempat menginap menuju Dealer Nasmoco Majapahit menggunakan Yaris Cross HEV dengan perjalanan sekitar 25 menit. Melalui jalanan yang padat, mobil ini mampu menjaga efisiensi di level optimal berkat penggunaan hybrid engine 2NR-VEX 1.500 cc 4 silinder bertenaga 67 kW dan torsi 121 Nm, bersama motor listrik bertenaga 59 kW dan torsi 141 Nm yang disalurkan transmisi CVT. Konsumsi bahan bakar mobil ini mencapai 23,1 km per liter.

Selama di dealer Nasmoco Majapahit dipaparkan pasar otomotif di Jawa Tengah, perawatan kendaraan elektrifikasi dan kadar CO2 yang dihasilkan mobil HEV Toyota jauh lebih rendah dari standar yang ditetap pemerintah. 

Jurnalis juga mencoba charging station di dealer Nasmoco dengan mobil listrik BZ4X sebagai model. Mobil ini memiliki kemampuan pengisian daya 80 persen dalam waktu sekitar 30 menit dengan sistem pengisian cepat 150 kW, sementara pada charging yang menggunakan suplai 230 V/32 A memakan waktu sekitar 9,5 jam. 

Toyota BZ4X

Perjalanan dilanjutkan dari Semarang menuju Keraton Mangkunegaran, Solo, menggunakan mobil listrik BZ4X. Kendaraan ini merupakan mobil listrik produksi massal pertama Toyota yang dipasarkan di Indonesia. 

BZ4X menggunakan baterai Lithium-ion dengan kapasitas 71,4 kWh tanpa menghasilkan emisi sama sekali. Mobil ini mampu menjelajah dengan jarak lebih dari 500 km dalam sekali pengisian baterai penuh. Ini menjadikan perjalanan Semarang-Solo terasa nyaman dengan berbagi fitur canggih dan interior mewah lengkap dengan panaromic roof. 

RAV4 GR Sport PHEV

Tiba di Keraton Mangkunegaran dipaparkan mengenai perkembangan kendaraan hybrid di Indonesia. Usai acara jurnalis melanjutkan perjalanan menggunakan All New RAV4 GR Sport PHEV.  Mobil ini memiliki karakter berkendara yang sama dengan HEV Toyota. 

Bedanya, fitur charging port memberikan fleksibilitas kepada pengendara yang mau memanfaatkan fasilitas charging station untuk mengisi baterai hybrid, guna menambah jarak tempuh zero emission ala BEV. SUV premium ini mampu menghadirkan segala kelebihan Hybrid EV Toyota secara optimal selama perjalanan dengan kondisi jalan beranekaragam. Konsumsi bahan bakar mobil ini hingga Yogyakarta mencapai 16 km per liter.

Perjalanan pada hari kedua ini diikuti total 11 unit mobil HEV, satu unit PHEV, serta satu unit BEV dengan total perjalanan 176 km. Berdasarkan perhitungan dari aplikasi ITFE, karbon yang telah direduksi dalam perjalanan tersebut setara mengumpulkan 176.000 botol plastik 250 ml.

“Multi Pathway Strategy tidak berhenti hingga hadirnya kendaraan elektrifikasi ke rumah pelanggan, tetapi juga menyediakan fasilitas dan layanan pendukung solusi mobilitas yang lengkap dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan semakin diterimanya kendaraan elektrifikasi kami akan lebih banyak ekosistem dihadirkan supaya mobilitas ramah lingkungan dapat membantu mengurangi polusi udara demi masa depan lebih bersih,” ujar Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy.

All New Prius PHEV

Pada hari ketiga, Rabu (29/8/2024), jurnalis diberikan kejutan dengan kehadiran All New Prius PHEV yang diperkenalkan di GIIAS 2024. Walau belum resmi dijual di Indonesia, jurnalis iNews.id berkesempatan melihat dari dekat dan menjajal mobil ini. 

Melihat desainnya, mobil tersebut terlihat modern dan sangat futuristik. Fitur charging port menjadi salah satu keunggulan All New Prius PHEV karena bisa menyinergikan teknologi HEV (hybrid) dengan BEV (mobil listrik baterai). 

Di mana mobil tersebut dapat diisi menggunakan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU dan beterai di Charging Station. Kemampuan isi ulang baterai ini lewat external charger meningkatkan daya tempuh full electric menjadi solusi mobilitas zero emission di dalam kota. 

PHEV memiliki kemampuan self charging melalui hybrid engine untuk menjaga mobilitas di wilayah yang belum terjangkau charging spot. Fleksibilitas yang tinggi membuat pengendara PHEV Toyota bebas dari range anxiety ketika mobilitas baik di dalam kota maupun antar kota, khususnya di wilayah yang belum terjangkau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). 

Emisi CO2 Prius PHEV lebih rendah sekitar 70-80 persen ketimbang mobil konvensional dengan kapasitas mesin sama. Toyota mengaplikasikan Series Parallel Hybrid System terbaru yang memberikan akselerasi berkendara responsif, seraya tetap mempertahankan efisiensi bahan bakar. 

Pengalaman di balik kemudi yang menyenangkan dirasakan jurnalis. All New Prius PHEV Gen-3 bisa tembus 70-80 km sehingga bisa menekan emisi karbon.

Menggendong mesin Dynamic Force Engine M20A-FXS berkapasitas 2.000 cc 4-silinder, Prius PHEV  sanggup menghemburkan tenaga 152 PS bersama motor listrik bertenaga 163 PS, sehingga didapatkan total tenaga pada sistem sebesar 223 PS dan torsi 190 Nm. Saat gas diinjak tenaga mobil ini terasa sangat besar dan instan. Sementara akselerasi 0-100 km per jam dapat ditempuh dalam waktu 6,7 detik.

Mobil ini memiliki tiga mode regenerasi, yaitu gentle, medium dan strong. Pengurangan kecepatan hingga sekitar 80 persen dicapai tanpa perlu menginjak pedal rem.

Fitur canggih lain yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar pada mobil ini terdapat Regeneration Boost yang memberikan deselerasi lebih kuat dan energy recovery lebih besar. 

Uniknya, teknologi Predictive Efficient Drive System pada Prius PHEV dapat mempelajari rute, kebiasaan dan gaya berkendara setiap hari untuk meningkatkan penghematan BBM. Sistem mengoptimalkan penggunaan mode listrik penuh secara otomatis untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. 

Data dari sistem navigasi mengidentifikasi lokasi reguler untuk deselerasi guna memaksimalkan regenerative braking.  Saat mendekati jalan menanjak, sistem secara proaktif memilih mode Hybrid untuk mengisi daya baterai yang semakin meningkatkan efisiensi mesin. Sistem semakin efektif karena jumlah data yang tersedia meningkat seiring bertambahnya jarak tempuh, sehingga memungkinkan penggunaan tenaga listrik yang lebih efisien. 

Jarak tempuh ala mobil listrik pada Prius PHEV antara 70-80 km lebih jauh dari HEV. Ini membuatnya mobilitas nol emisi setiap hari dan mengurangi aktivitas di SPBU secara signifikan.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menjajal Wuling Eksion PHEV Jakarta-Yogyakarta, Tak Khawatir Kehabisan Listrik dan Bensin

57 tahun lalu

Polisi Tangkap Pelaku Curanmor Bermodus Pura-Pura Test Drive, Sudah 10 Kali Beraksi

57 tahun lalu

20 Mobil Listrik Geely Ludes Terbakar di Tempat Parkir akibat Serbuk Kayu

57 tahun lalu

Diperkenalkan di Indonesia, Intip Fitur Keselamatan dan Keamanan pada Chery Q

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal