“Debut ini rasanya terlalu berlebihan atau terkesan sombong jika saya menargetkan juara, jadi kembali lagi yang saya targetkan adalah setiap harinya bisa berjalan dengan lancar, saya bisa mencapai finish setiap hari dengan keadaan kendaraan utuh, minim kerusakan, serta semua tim dalam keadaan baik,” katanya.
Persiapan pun tak main-main. Selain pemahaman teknis dan strategi balap, Jeje membawa perlengkapan tambahan bernuansa survival demi menjaga performa dan keselamatan. Pengalamannya di Asia Cross Country Rally (AXCR) 2023 dan 2024 turut menjadi bekal penting, terutama soal rescue dan recovery mobil.
“Jadi untuk untuk mengantisipasi beberapa hal pada saat balapan nanti, saya mencoba untuk lebih mempersiapkan lagi dengan barang-barang bawaan yang bersifat survival, seperti obat-obatan, perlengkapan camping, serta berbekal pengetahuan rescue atau recovery mobil juga rupanya sangat berguna. Hal ini saya rasakan ketika sesi latihan sebelumnya, dan benar-benar pengetahuan tersebut sangat berguna,” ujar Jeje.
Kini, dengan bendera Merah Putih di dada dan tekad membara, Julian Johan siap menuliskan bab baru sejarah Indonesia di Rally Dakar. Gurun boleh kejam, lintasan boleh menggila, tetapi nyali Jeje siap diuji di panggung paling ekstrem dunia.