Full Hybrid
Sistem ini terbagi menjadi beberapa jenis yaitu parallel hybrid, serial hybrid, dan parallel serial hybrid. Untuk sistem paralel, sumber tenaga didapatkan dari tiga kombinasi yaitu mesin bensin, motor listrik atau bisa juga dari keduanya.
Kedua sumber tenaga tersebut secara aktif bekerja terus menerus dan tidak bisa dipisahkan. Pada kecepatan rendah, mesin bensin bisa melakukan pengisian daya baterai saat menggerakkan roda kendaraan.
Mobil full hybrid juga dapat berkendara dengan daya baterai saja dan beroperasi dalam hemat bahan bakar, mode nol emisi rata-rata hingga 62 persen.
Mild Hybrid
Sistem mild hybrid biasanya menggunakan baterai tambahan, namun dengan kapasitas lebih kecil. Sistem ini berfungsi untuk meringankan kerja mesin pada akselerasi awal karena beban kerja lebih berat.
Sistem ini tidak menggunakan motor listrik yang terpisah akan tetapi memanfaatkan optimalisasi komponen starter generator yang berupa starter motor dan alternator yang terhubung dengan mesin utama.
Secara sederhana, sistem ini membantu meringankan kinerja mesin bensin dengan cara memberikan suntikan tenaga pada saat awal akselerasi dari diam untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.
Berbeda dengan full hybrid, mild hybrid tidak dapat membuat mobil berjalan hanya dengan mengandalkan tenaga baterai saja. Oleh karena itu, teknologi ini menghasilkan jauh lebih sedikit keuntungan dibandingkan full hybrid.