Insentif Mobil Listrik Dihentikan Tahun Depan, Begini Sikap Gaikindo

Dani M Dahwilani
Gaikindo merespons isu insentif mobil listrik dihentikan. (Foto: Dani M Dahwilani)

Pemerintah sebelumnya telah menyampaikan penghentian insentif pembelian mobil listrik, termasuk untuk impor mobil completely built up (CBU), mulai 31 Desember 2025. Namun Moeldoko menegaskan, absennya insentif tidak serta-merta membuat masa depan kendaraan listrik menjadi suram.

Menurutnya, hukum alam industri akan bekerja. Teknologi berkembang, persaingan menguat, dan harga pun akan menyesuaikan.

“Saya dari awal sudah katakan, mobil listrik ke depan akan lebih murah dari mobil konvensional, karena komponen yang digunakan terbatas atau sedikit. Kalau nanti persaingan di dunia baterai semakin ketat, maka kompetisinya akan tinggi dan harga akan turun,” kata Moeldoko menegaskan.

Harapan itu kian nyata ketika Indonesia bersiap menjadi pemain penting dalam produksi baterai. Sebagai komponen yang menyumbang sekitar 40 persen dari harga kendaraan listrik, baterai memegang kunci besar terhadap penurunan harga.

“Apalagi Indonesia akan produksi baterai. Kalau baterai sebagai komponen 40 persen dari EV turun, maka harga mobil listrik turun ke bawah,” ujar founder MAB ini.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Moeldoko Yakin Mobil Listrik Tetap Laku Tanpa Insentif, Ini Alasannya!

57 tahun lalu

Harga Mobil Listrik Dikhawatirkan Naik akibat Insentif Dihentikan, Tanggapan Periklindo Mengejutkan

57 tahun lalu

Insentif Disetop, Penjualan Mobil Listrik Tahun Depan Diprediksi Merosot

57 tahun lalu

Insentif Mobil Listrik Dihapus, Xpeng Nilai Konsumen Akan Terbebani 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal