Dalam gugatan, Liu mengklaim dirinya telah dimanfaatkan karena kurangnya keterampilan bahasa Inggris. Dia menuduh dealer dan bengkel mobil melanggar kontrak dan terjadi kolusi.
Karena pemiliknya tidak mengambil mobilnya, Burrard Autostrasse menyimpan Aston Martin DB9 di dalam ruangan untuk perlindungan dan menagih 200 dolar AS per hari.
Dalam gugatannya, Liu menuntut 300.000 dolar Kanada (226.000 dolar AS) sebagai kompensasi karena mengklaim secara psikologis menderita cedera pribadi, mengalami depresi, cemas, gangguan tidur, dan harga diri. Dia juga menyewa empat firma hukum berbeda sebelum akhirnya mewakili sendiri di pengadilan.
Dalam putusannya atas kasus ini, Hakim Agung Nitya Iyer menemukan tidak ada bukti dan tak ada dasar hukum atas klaim Liu. Hakim justru memerintahkan Liu menyelesaikan biaya perbaikan dan sewa menyimpan kendaraan yang belum dibayar sekitar 330.000 dolar Kanada.
"Klaim Ms Liu tidak ada gunanya. Dia telah membuat penyelesaian masalah hampir tidak mungkin," tulis Iyer, seperti dilaporkan TheBreaker.