Menurut Gaikindo, pemberian stimulus secara merata akan membantu menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional sekaligus memberikan kepastian bagi investor yang telah maupun akan menanamkan modal di Indonesia.
Selain memperluas insentif, Gaikindo juga mengapresiasi berbagai dukungan pemerintah terhadap industri otomotif selama ini. Dukungan tersebut antara lain melalui fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS) yang membebaskan bea masuk impor bahan baku dan komponen yang belum diproduksi di dalam negeri sehingga meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Di sisi lain, Gaikindo mengungkapkan dukungan pemerintah terhadap investor Jepang juga menarik perhatian produsen otomotif asal Tiongkok. Sejumlah perusahaan otomotif China yang mulai berinvestasi di Indonesia berharap memperoleh dukungan serupa agar dapat menjalankan rencana investasi jangka panjang.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto, menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi iklim investasi nasional.
"Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia," kata Jongkie.
Gaikindo optimistis kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan akan membuat Indonesia tetap menjadi salah satu tujuan investasi otomotif yang kompetitif di kawasan Asia Tenggara.
"Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan," kata Anton.