Deretan Produsen Mobil Investasi di Indonesia Setelah Dapat Insentif, Ini Paling Besar 

Muhamad Fadli Ramadan
Deretan produsen mobil investasi di Indonesia setelah memanfaatkan insentif dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik. (Foto: Dok)

Selain memberi insentif untuk pembangunan pabrik, pemerintah juga sebelumnya memfasilitasi impor mobil listrik secara utuh atau completely built up (CBU). Dalam kebijakan tersebut, unit mobil listrik bebas dari bea masuk serta sejumlah instrumen pajak untuk mempercepat penetrasi produk di dalam negeri.

Namun, kebijakan impor bebas pajak tidak berlangsung tanpa syarat. Pemerintah menetapkan mulai 1 Januari 2026, produsen yang menikmati fasilitas impor wajib melakukan perakitan lokal sesuai dengan jumlah unit yang telah diimpor. Ketentuan ini berlaku hingga 2027 dengan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.

Tak hanya untuk pemain baru, insentif juga diberikan kepada produsen yang telah membangun pabrik di Indonesia dan memproduksi kendaraan listrik di dalam negeri. Pemerintah menanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen untuk kendaraan listrik yang memenuhi syarat TKDN minimal 40 persen.

Selain kendaraan listrik murni, pemerintah juga menyediakan skema insentif bagi mobil hybrid serta sepeda motor listrik. Meski demikian, sepanjang 2025 pemerintah tidak mengalokasikan subsidi khusus untuk motor listrik yang dapat mendorong minat beli masyarakat secara signifikan.

Deretan investasi ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia kian diperhitungkan sebagai basis produksi kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara. Masifnya komitmen produsen otomotif global membuka peluang terciptanya ekosistem industri besar dari hulu hingga hilir.

Deretan investasi produsen mobil di Indonesia

- BYD investasi Rp11,2 triliun dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun
- Chery menambah investasi Rp5,2 triliun dan mengembangkan beberapa merek hingga 2030
- Wuling investasi Rp9,3 triliun untuk otomotif serta Rp7,5 triliun untuk pabrik baterai
- VinFast menanamkan modal Rp3,7 triliun dengan kapasitas 50.000 unit per tahun
- Hyundai menambah investasi senilai Rp20 triliun

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit, Berlaku Mulai Juni 2026

Nasional
5 hari lalu

Mendagri Terbitkan Edaran, Perintahkan Gubernur Gratiskan Pajak Kendaraan Listrik

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Siapkan Paket Stimulus Ekonomi Kuartal II 2026: Insentif Mobil Listrik hingga Kredit Murah

Mobil
5 hari lalu

Kendaraan Listrik Bebas Pajak di Jakarta, AEML Ungkap Dampak Berantai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal