Di sisi bisnis, BYD mencatat pertumbuhan yang signifikan secara global. Pada Mei 2026, perusahaan membukukan penjualan lebih dari 383.000 kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Secara akumulatif, penjualan global kendaraan energi baru BYD telah melampaui 16,5 juta unit dan telah hadir di lebih dari 121 negara dan wilayah.
Perusahaan mengklaim pencapaian tersebut turut berkontribusi mengurangi sekitar 144,6 miliar kilogram emisi karbon secara global, yang disebut setara dengan kapasitas penyerapan karbon sekitar 2,41 miliar pohon.
Pertumbuhan juga terjadi di Indonesia. Sebelum BYD masuk ke pasar nasional, pangsa pasar kendaraan listrik disebut masih berada di bawah 1 persen. Kini, pada 2026, pangsa kendaraan listrik nasional telah meningkat hingga sekitar 20 persen.
Hingga Mei 2026, BYD mengaku telah menyerahkan lebih dari 91.000 kendaraan kepada konsumen Indonesia. Jumlah tersebut membuat BYD menjadi salah satu pemain utama yang mewakili lebih dari 40 persen kendaraan listrik yang saat ini beroperasi di jalan raya Indonesia.
"Selain menghadirkan teknologi kendaraan listrik murni, BYD juga memperkenalkan teknologi terbaru Dual Mode yang melengkapi lini kendaraan energi baru mereka. Peluncuran teknologi tersebut dibarengi kegiatan edukasi melalui Tech Culture Fest yang digelar di sejumlah kota di Indonesia," kata Eagle Zhao.