Bahan Baku Banyak, Indonesia Siap Jadi Pusat Baterai Kendaraan Listrik Dunia

Muhamad Fadli Ramadan
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan Indonesia bisa menjadi pusat baterai kendaraan listrik di masa depan. (Foto: MNC Media)

Senada dengan Menperin Agus Gumiwang yang mengatakan Indonesia hanya membutuhkan Lithium untuk memproduksi baterai. Namun, jumlahnya sangat kecil, yang mana masih bisa ditolerir jika harus impor untuk mendapatkannya.

“Kita punya nikel yang luar biasa banyak, sayang kalau kita tidak pergunakan. Jadi baterai itu kan ada tiga, ada yang nikel base, non-nikel base, sama cell itu yang hidrohen. Kalau nikel base benar itu harus ada lithium, tapi kebutuhan lithium secara proporsional untuk memproduksi baterai itu sekitar 3-7% yang lain-lain itu ya semuanya kita punya,” ujarnya.

Menperin Agus mengatakan bahwa pemerintah juga tak terlalu memaksakan untuk harus semuanya lokal dalam memproduksi baterai. Untuk itu, Indonesia akan berusaha mencari negara sahabat yang memiliki aset lithium melimpah.

Jadi mau nggak mau memang kita harus impor. Kita juga enggak terlalu masalah, nggak nolak impor karena memang kalau untuk bahan baku dan juga toh juga secara proporsi kecil dibandingkan nikel, mangan, dan kobalt. Jadi itu memang kita harus lakukan,” ucapnya.

Editor : Ismet Humaedi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Ajak Jerman Investasi Kendaraan Listrik hingga Industri Semikonduktor di RI

57 tahun lalu

Kejar Daya Tempuh Jauh, Pabrikan Otomotif Berlomba Kembangkan Motor Listrik Pintar

57 tahun lalu

Purbaya Tunda Pemberian Insentif Kendaraan Listrik, Ada Apa?

57 tahun lalu

Purbaya Ungkap Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta per Unit, Berlaku Mulai Juni 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal