Merasa situasi itu janggal, dia mengambil dua foto menggunakan ponselnya. Dia menunggu hingga lampu berubah hijau sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Tak lama setelah melaju, dia dihentikan polisi dari Kepolisian Kingston. Aparat menuduh dia menggunakan ponsel saat mengemudi dan menjatuhkan sanksi berat berupa tiga poin pelanggaran, denda 449 dolar AS, serta ancaman penangguhan SIM selama tiga hari.
Dia menilai tindakan tersebut tidak adil. Secara mengejutkan, tuduhan itu kemudian dibatalkan tanpa keterangan resmi dari pihak berwenang.
Setidaknya satu tilang lain yang terkait pemantauan drone juga dibatalkan pada hari yang sama. Pejabat setempat memilih tidak banyak berkomentar terkait alasan pembatalan tersebut.
Secara tidak langsung, Kepolisian Kingston mengisyaratkan evaluasi internal atas kebijakan tersebut. Mereka menyatakan belum lagi menggunakan drone untuk penindakan pengemudi lalai sejak insiden pertama pada Mei.
Pihak kepolisian juga mengaku tidak mengetahui adanya lembaga lain di Kanada yang memanfaatkan drone untuk penegakan lalu lintas serupa. Pernyataan itu semakin memperkuat dugaan adanya persoalan dalam kebijakan tersebut.