4.000 Mobil Terbakar di Kapal, Lamborghini Tangisi Nasib Aventador Kerugian Tembus Rp4,8 Triliun

Dani M Dahwilani
Salah satu anak perusahaan Volkswagen Group yang paling terpukul dalam kebakaran kapal adalah Lamborghini kehilangan Aventador dengan kerugian ditaksir Rp4,8 triliun. (Foto: Lamborghini)

JAKARTA, iNews.id - Volkswagen Group terguncang pasca insiden kebakaran kapal kargo Felicity Ace yang menghanguskan sekitar 4.000 mobil dalam pengiriman ke Amerika Seikat (AS). Salah satu anak perusahaan yang paling terpukul adalah Lamborghini.

Kepala Lamborghini di AS, Andrea Baldi mengatakan, pihaknya masih belum mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi di kapal. Salah satu kekhawatiran terbesarnya adalah supercar Aventador di dalam kapal.

Mobil tersebut benar-benar telah terjual habis dan akan dihentikan produksinya secara bertahap, untuk diganti model baru. Jika Aventador di dalam kapal hancur, perusahaan harus kembali ke pemasok apakah kendaraan yang hancur dapat dibangun kembali.

“Saat ini, kami tidak tahu, dan kami harus menghadapi masalah yang akan muncul,” kata Baldi, dengan nada sedih. 

“Mobil terjual habis, jadi selalu ada kemungkinan dari 563 unit beberapa pembatalan dapat memungkinkan penggantian Aventador. Tapi, saya lebih suka berharap setidaknya beberapa Aventador di kapal aman,” ujarnya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
2 hari lalu

VW Luncurkan Sepeda Listrik Canggih, Dibekali Radar, Kamera Belakang hingga Kacamata Pintar

26 hari lalu

Volkswagen Akan PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik di Jerman Terancam Tutup

29 hari lalu

Kejagung Sita Lamborghini hingga Dump Truck terkait Kasus Korupsi Izin Tambang Bauksit

3 bulan lalu

Heboh! Lamborghini Jadi Kendaraan Niaga Bebas dari Pajak Mobil Mewah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal