Peneliti Temukan Partikel Udara Berbahaya di SPKLU, Bisa Ganggu Saluran Pernapasan

Muhamad Fadli Ramadan
Peneliti dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UCLA Fielding menemukan partikel udara berbahaya yang dikenal sebagai PM2.5 di SPKLU. (Foto: Ilustrasi AI)

Para peneliti mencatat kadar tertinggi ditemukan di unit SPKLU, tetapi konsentrasinya turun cukup banyak hanya berjarak beberapa meter. Artinya, SPKLU justru memunculkan tingkat polusi partikel halus yang lebih tinggi daripada sumber polusi tradisional.

Menurut salah satu peneliti Dr Michael Jerrett, partikel tersebut kemungkinan besar berasal dari debu yang tersuspensi akibat kipas pendingin dalam unit SPKLU. Proses konversi listrik dan sistem ventilasi tersebut mengaduk partikel halus ke udara sekitar.

"Partikel-partikel ini sangat kecil, mereka bisa menyelinap ke dalam paru-paru dan bahkan masuk ke aliran darah, berpotensi menyebabkan masalah serius, seperti pada jantung atau saluran pernapasan," kata Dr Michael Jerrett.

Kendati begitu, ada juga pakar yang menyatakan kendaraan listrik tetap lebih baik ketimbang kendaraan berbahan bakar fosil. Solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menambah filter udara di dalam kabinet SPKLU.

Untuk sementara, para ahli menyarankan pengguna mobil listrik tetap berada di dalam mobil dengan menyalakan AC saat mengisi daya. Alternatif lain, pemilik bisa menjauh sejenak dari SPKLU agar terhindar dari paparan udara kotor.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Baru Ada 4.892 SPKLU di Indonesia, Pemerintah Terus Dorong Pembangunan Infrastruktur EV

57 tahun lalu

Mudik Lebaran Usai, PLN Catat Lonjakan Penggunaan SPKLU 4 Kali Lipat Dibanding 2025

57 tahun lalu

Pemudik EV Diproyeksi Melonjak, Dirut PLN Cek Kesiapan Layanan SPKLU Trans Jawa

57 tahun lalu

Pengguna EV Naik saat Libur Nataru, Konsumsi Listrik SPKLU Melonjak 479 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal