Berbeda dengan ban-ban yang digunakan dalam balap Formula E, ban kendaraan elektrik generasi baru keluaran Michelin memiliki bobot lebih ringan, lebih hemat energi, serta tingkat keamanan lebih tinggi.
Direktur Michelin Motorsport Matthieu Bonardel mengatakan ajang motorsport memungkinkan Michelin berinovasi, menguji ide-ide baru, mempelajari serta mentransmisikan keahlian yang didapat. Di saat yang sama mengevaluasi teknologi baru di kondisi ekstrem dalam waktu singkat.
“Ban Michelin Pilot Sport EV menggambarkan bagaimana ajang motorsport dapat mempercepat pengembangan teknologi ban untuk kendaraan di jalan raya. Sebab itu, Michelin Motorsport memainkan peran penting bagi mitra-mitranya dan produsen mobil dalam mencari solusi konkret baik untuk kendaraan elektrik maupun kendaraan lainnya,” katanya.
Dia menyebutkan meskipun menarik diri dari Formula E, Michelin akan terus melihat motorsport sebagai laboratorium bagi penciptaan teknologi ban yang akan datang.
Sepanjang perjalanan Formula E, Michelin terus menyempurnakan Pilot Sport EV sehingga menghasilkan ban yang mampu berakselerasi dari kecepatan 0 hingga 100 km/jam dalam waktu kurang dari tiga detik (mirip dengan mobil Formula 1), mengurangi rolling resistance yang merupakan area yang sangat penting dalam kasus mobil listrik, memperpanjang usia pakai ban, serta mengurangi bobot ban hingga 2,5 kg lebih ringan.