Investasi Rp20 Triliun, BYD Pertimbangkan Pakai Nikel Indonesia untuk Baterai Mobil Listrik

Muhamad Fadli Ramadan
Berinvestasi di Indonesia, BYD mengaku tertarik menggunakan nikel yang banyak ditemukan di Indonesia untuk baterai mobil listrik. (Foto: Ilustrasi Dok iNews.id)

“Sudah disampaikan blade battery itu seumur hidup dan kedua itu sudah teruji kita bisa tahan 1,2 juta kilometer. Jadi gak perlu khawatir. Tapi secara resmi ya sabar dulu akan dicari waktu yang tepat akan sampaikan garansinya secara resmi,” ujarnya.

Secara global, saat ini BYD telah memproduksi berbagai macam jenis baterai, mulai dari Lithium-ion, Nickel Manganese Cobalt (NMC) hingga baterai NCM. Baterai-baterai tersebut tidak hanya digunakan pada kendaraan listrik, tapi juga untuk penyimpanan energi serta barang elektronik lain.

Sekadar informasi, penggunaan baterai LFP menjadi daya tarik bagi produsen otomotif di tengah mahalnya komponen baterai mobil listrik. Penggunaan baterai LFP disebut bisa mengurangi penggunaan bahan baku nikel dan kobalt.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
5 hari lalu

Unjuk Teknologi, BYD Siap Tantang Ferrari dan McLaren di Formula 1

Mobil
18 hari lalu

Mengejutkan, Penjualan BYD di Jepang Naik 2 Kali Lipat pada Maret 2026

Niaga
22 hari lalu

BYD Kuasai Pasar EV Indonesia, Tancap Gas di 2026

Mobil
22 hari lalu

Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal