Investasi Rp20 Triliun, BYD Pertimbangkan Pakai Nikel Indonesia untuk Baterai Mobil Listrik

Muhamad Fadli Ramadan
Berinvestasi di Indonesia, BYD mengaku tertarik menggunakan nikel yang banyak ditemukan di Indonesia untuk baterai mobil listrik. (Foto: Ilustrasi Dok iNews.id)

“Sudah disampaikan blade battery itu seumur hidup dan kedua itu sudah teruji kita bisa tahan 1,2 juta kilometer. Jadi gak perlu khawatir. Tapi secara resmi ya sabar dulu akan dicari waktu yang tepat akan sampaikan garansinya secara resmi,” ujarnya.

Secara global, saat ini BYD telah memproduksi berbagai macam jenis baterai, mulai dari Lithium-ion, Nickel Manganese Cobalt (NMC) hingga baterai NCM. Baterai-baterai tersebut tidak hanya digunakan pada kendaraan listrik, tapi juga untuk penyimpanan energi serta barang elektronik lain.

Sekadar informasi, penggunaan baterai LFP menjadi daya tarik bagi produsen otomotif di tengah mahalnya komponen baterai mobil listrik. Penggunaan baterai LFP disebut bisa mengurangi penggunaan bahan baku nikel dan kobalt.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Mobil
14 jam lalu

Rambah Pasar Plug-In Hybrid, BYD Pastikan Luncurkan SUV Mewah Denza B5

Mobil
3 hari lalu

5 Mobil Murah Rp100 Jutaan di IIMS 2026, Ada Suzuki S-Presso di Tengah Mobil Listrik China

Mobil
5 hari lalu

Tambah Amunisi, BYD Rilis Atto 3 Advanced Plus di IIMS 2026

Nasional
11 hari lalu

Antam-Huayou Bentuk Konsorsium Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik Senilai Rp100 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal