Investasi Rp20 Triliun, BYD Pertimbangkan Pakai Nikel Indonesia untuk Baterai Mobil Listrik

Muhamad Fadli Ramadan
Berinvestasi di Indonesia, BYD mengaku tertarik menggunakan nikel yang banyak ditemukan di Indonesia untuk baterai mobil listrik. (Foto: Ilustrasi Dok iNews.id)

Dia mengungkapkan penggunaan baterai LFP pada mobil listrik BYD dipilih karena bahan bakunya aman. Selain itu, diklaim durasi Blade Battery BYD ini bisa mencapai seumur hidup dengan jarak tempuh hingga 1,2 juta kilometer.

“Sudah disampaikan blade battery itu seumur hidup dan kedua itu sudah teruji kita bisa tahan 1,2 juta kilometer. Jadi gak perlu khawatir. Tapi secara resmi ya sabar dulu akan dicari waktu yang tepat akan sampaikan garansinya secara resmi,” ujarnya.

Secara global, saat ini BYD telah memproduksi berbagai macam jenis baterai, mulai dari Lithium-ion, Nickel Manganese Cobalt (NMC) hingga baterai NCM. Baterai-baterai tersebut tidak hanya digunakan pada kendaraan listrik, tapi juga untuk penyimpanan energi serta barang elektronik lain.

Sekadar informasi, penggunaan baterai LFP menjadi daya tarik bagi produsen otomotif di tengah mahalnya komponen baterai mobil listrik. Penggunaan baterai LFP disebut bisa mengurangi penggunaan bahan baku nikel dan kobalt.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BYD Ungkap Sisihkan Setiap Penjualan Mobil Bantu Sekolah Anak Indonesia

57 tahun lalu

Bikin Kaget! BYD M6 DM Dibanderol mulai Rp298 Juta, Ada 2 Model Cross dan Classic

57 tahun lalu

BYD Ungkap Bakal Bikin Robot Humanoid, Manfaatkan Teknologi Mobil Pintar

57 tahun lalu

Diproduksi Lokal BYD M6 DM Akan Dikirim ke Konsumen Juni 2026, Segini Perkiraan Harganya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal