Hyundai Berharap Perang Harga Berakhir, Berisiko Terjadi PHK

Muhamad Fadli Ramadan
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyoroti perang harga yang bisa memberikan dampak negatif dalam jangka panjang. (Foto: Dok)

JAKARTA, iNews.id - Industri otomotif Indonesia berisiko terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal akibat penjualan mobil yang terus menurun. Hal ini diperburuk dengan perang harga yang mulai dilakukan oleh sejumlah produsen China.

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyoroti perang harga yang bisa memberikan dampak negatif dalam jangka panjang. Mengingat harga murah yang ditawarkan membuat keuntungan semakin tipis.

"Selain harga (mobil) bekasnya turun kan ada sisi profitability. Dari sisi dealer kami atau brand secara umum pasti akan menurun," ujar Chief Operating Officer PT HMID saat ditemui di Tangerang, Fransiscus Soerjopranoto, waktu lalu.

Frans mengatakan keuntungan sangat penting bagi industri otomotif. Ini dapat memastikan operasional tetap berjalan, baik dari supply chain, distributor, hingga dealer. Jika tidak produsen harus mencari cara untuk memastikan finansial mereka tetap terjaga.

"Dan tidak terjadi yang namanya PHK atau layoff, karena secara profitability bagus. Itu yang kita harapkan dari industri otomotif," katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Said Iqbal Ungkap Ribuan Pekerja di Jabar hingga Jatim Terancam PHK, Ada Apa?

57 tahun lalu

Korban PHK Bisa Dapat Uang Tunai 60 Persen Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

57 tahun lalu

Selain Mobil, Hyundai Kerahkan Robot Keamanan di Piala Dunia 2026

57 tahun lalu

Dasco Respons Ancaman PHK: Pekan Depan akan Rapat untuk Memitigasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal