Dashcam merupakan kamera yang dipasang untuk merekam berbagai situasi di sekitar kendaraan. Dacham digunakan sebagai alat bukti bila terjadi suatu peristiwa. Selain itu, dashcam juga dapat berfungsi untuk pengawasan jika ada pencurian di dalam mobil, vandalisme di jalanan ataupun pemerasan oleh oknum tertentu.
Kini, teknologi AI mengubah segalanya, termasuk di industri dashcam. Apa saja yang berubah ketika AI diterapkan pada dashcam?
Kamera pengawasan pengemudi yang biasanya hanya berfungsi untuk mengawasi saja dan dilihat Ketika terjadi kecelakaan, kini dengan AI telah berubah, kamera itu kini bisa mengenali wajah manusia, melihat ekspresi wajahnya dan kemudian akan secepat mungkin memberikan peringatan Ketika pengemudi tersebut dinilai mengantuk dan bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan, bahkan lebih dari itu, kamera tersebut akan mengirimkan peringatan melalui koneksi internet kepada orang-orang yang terhubung dengan kamera tersebut sehingga pengemudi tersebut bisa langsung tertangani.
“Kami telah memiliki data pengemudi dari seluruh dunia sejak lama, dengan teknologi deep learning, dashcam kami memiliki akurasi AI tertinggi dan merupakan alat pendeteksi mengantuk yang paling pintar dan paling akurat," ujar Rudy, direktur pemasaran Blackvue Indonesia dalam keterangan pers dilansir Jumat (22/11/2024).
Sejak 2021, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah merilis 80 persen kecelakaan di jalan Tol akibat dari mengantuk dan keletihan. Hingga 2024, Microsleep atau fatigue juga masih menjadi penyebab beberapa kecelakaan fatal. Di antaranya, April 2024 laka Tunggal PO Rosalia Indah di KM 370A jalur tol batang – Semarang, mengakibatkan tujuh orang meninggal; Agustus 2024, supir CRV diduga mengantuk dan seruduk Truk di Tol Saradan – Surabaya, 2 orang meninggal; dan September 2024 tabrakan antara Bus Surya Bali vs Truk di Pati, sopir diduga mengantuk 6 meninggal. Pada Oktober 2024, diduga mengantuk sopir truk menabrak mobil TVOne menyebabkan tiga crew meninggal.